Data gagal disimpan. Coba lagi.
Berhasil! Cek email kamu, kode hadiahnya sudah dikirim ke email kamu.

MASUKKAN EMAIL ANDA
DAN DAPATKAN
KODE VOUCHERNYA

Ball Valve vs Stop Kran: Apa Bedanya?

Ball Valve vs Stop Kran: Apa Bedanya?

ball-valve-vs-stop-kran-apa-bedanya

Istilah ball valve, stop kran, dan fitting pipa sering muncul bersamaan ketika membahas instalasi air. Ketiganya berada dalam satu sistem, kadang dipasang berdekatan, dan sama-sama berhubungan dengan aliran air.

Karena itu, tidak sedikit yang menganggapnya produk sejenis. Padahal fungsi masing-masing berbeda, dan salah memilih bisa berujung pada instalasi yang sulit dirawat atau sambungan yang tidak sesuai.

Perbedaannya terletak pada posisi dan tugas masing-masing dalam sistem.

Valve mengontrol jalur utama atau jalur cabang perpipaan. Stop kran mengontrol suplai menuju satu perangkat di titik pemakaian. Fitting tidak mengontrol aliran sama sekali, melainkan menyambung, membelokkan, atau membagi jalur pipa.

Urutannya dalam Satu Jalur Air

Cara paling mudah memahami perbedaannya adalah dengan mengikuti perjalanan air di dalam rumah.

Air masuk melalui meteran, lalu melewati valve utama yang mengendalikan seluruh jalur. Setelah itu air mengalir melalui pipa yang dirangkai menggunakan berbagai fitting, seperti elbow untuk berbelok dan tee untuk bercabang menuju kamar mandi atau dapur.

Di ujung setiap jalur terdapat stop kran yang mengatur suplai ke perangkat, kemudian disambungkan ke perlengkapan sanitary melalui flexible hose.

Dengan urutan tersebut, terlihat bahwa ketiga komponen bekerja pada lapisan yang berbeda dan tidak saling menggantikan.

Stop Kran Digunakan Dekat Titik Pemakaian

Stop kran biasanya digunakan untuk membantu mengontrol suplai air menuju perlengkapan tertentu, seperti kloset, jet shower, atau kran wastafel.

Keunggulannya terletak pada cakupan yang sempit. Ketika satu perangkat bermasalah, aliran cukup ditutup dari titik tersebut sementara pemakaian air di ruangan lain tetap berjalan.

Untuk kebutuhan tersebut, ONDA memiliki JF-SUS sebagai stop kran satu cabang dan JF FLOW untuk kebutuhan dua cabang. Keduanya menggunakan stainless steel SUS 304 dan cartridge kuningan.

Tersedia pula pilihan lain seperti JF 08 ST untuk dua cabang, serta JF 03 TA dan JF 07 CA untuk satu cabang.

Valve Mengontrol Jalur Air

Berbeda dengan stop kran, valve bekerja pada cakupan yang lebih luas, yaitu jalur pipa sebelum air terbagi ke titik-titik pemakaian.

Pada lini ONDA terdapat PVC BV / PVC Valve untuk fungsi buka-tutup pada jalur instalasi berbahan PVC. Body-nya berbahan PVC dengan karakter anti korosi, dan handle-nya dapat dilepas sehingga jalur tidak mudah dibuka sembarang orang. Produk ini juga dilengkapi indikator arah air.

Untuk jalur dengan sambungan kuningan, pilihannya dapat dilihat pada kategori brass valve dan fitting.

Fitting Mempunyai Fungsi Berbeda Lagi

Fitting pipa digunakan untuk menyambung, membelokkan, atau membagi jalur perpipaan. Komponen ini tidak memiliki bagian yang dapat diputar, sehingga tidak berperan mengatur aliran.

Beberapa yang paling sering dipakai adalah elbow untuk membelokkan jalur, tee untuk membaginya menjadi dua, coupling untuk menyambung dua pipa lurus, serta union atau water moor sebagai sambungan yang dapat dibuka kembali tanpa memotong pipa.

Tabel Perbandingan

AspekValveStop KranFitting
Fungsi utamaMengontrol jalur pipaMengontrol suplai ke satu perangkatMenyambung dan mengarahkan pipa
Posisi pemasanganJalur utama atau jalur cabangDekat perangkat sanitarySepanjang jalur pipa
Bisa buka-tutup aliranYaYaTidak
Cakupan pengaruhLuasSatu titikTidak mengatur aliran
Contoh produk ONDAPVC BV / PVC ValveJF-SUS, JF FLOW, JF 08 STElbow, tee, coupling, water moor

Kapan Menggunakan yang Mana?

Gunakan valve ketika membutuhkan kendali atas satu jalur pipa, misalnya sebelum pompa, sebelum tandon, atau pada jalur menuju lantai tertentu.

Gunakan stop kran pada setiap perangkat sanitary agar perbaikan dapat dilakukan tanpa mematikan air ke seluruh rumah.

Gunakan fitting sesuai bentuk jalur yang dibutuhkan, dengan memperhatikan kesesuaian material dan ukuran sambungan.

Kesimpulan

Valve, stop kran, dan fitting tidak sebaiknya dianggap sebagai produk dengan fungsi yang sama. Valve mengendalikan jalur, stop kran mengendalikan titik pemakaian, sedangkan fitting membentuk jalur itu sendiri.

Dengan memahami perbedaannya sejak awal, pemilihan komponen instalasi bisa dilakukan lebih tepat. Rangkaian lengkapnya dapat dilihat pada halaman produk plumbing ONDA dan kran ONDA.